5 Tips Aman Belanja Online di Tokopedia dan Bukalapak

5 Tips Aman Belanja Online di Tokopedia dan Bukalapak

Tokopedia dan Bukalapak menjadi dari sederetan website berbasis ecommerce terbesar di Indonesia. Meskipun dengan segala keunggulan dan kemudahan yang mereka tawarkan, masih banyak calon pembeli yang masih ragu untuk berbelanja online.

Takut ditipu.

Menjadi salah satu alasan terbesar mereka.

Disini saya sebagai orang yang sering berbelanja online, dari jaman keemasan FJB Kaskus, hingga melubernya website-website ecommerce, saya akan sharing tips pribadi agar aman berbelanja secara online di Tokopedia dan Bukalapak.

Berbelanja online di Indonesia sendiri mulai tenar dalam 3-4 tahun terakhir, dengan ditandai munculnya website-website ecommerce marketplace raksasa, seperti Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan Blanja yang menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan dalam bertransaksi secara daring.

Ada juga website ecommerce yang mengkhususkan hanya menjual barang-barang tertentu sesuai bidangnya. Misalnya hanya menjual laptop dan perlengkapannya, hanya menjual casing handphone, hanya menjual makanan atau minuman, dan ada juga yang hanya menjual furniture untuk kantor, seperti kami.

Dibalik segala kemudahan yang ditawarkan, ada beberapa pihak yang sengaja memanfaatkan hal ini untuk berbuat curang. Mereka mengincar orang-orang yang belum terbiasa bertransaksi secara online atau orang-orang yang ‘serakah’ karena ingin mendapatkan barang dengan harga yang sangat murah.

Saya mempunyai standar sendiri dalam memilah dan memilih penjual saat berbelanja secara online, dimana cara-cara yang saya gunakan dapat meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Berikut lima tips agar aman berbelanja secara online ala saya:

1. Pilih dan pilah penjual terlebih dahulu

Di poin ini saya akan mengcover bagaimana mensortir penjual di Tokopedia dan Bukalapak.

Katakanlah saya sedang mencari handphone baru karena handphone lama saya sudah rusak, dan yang saya incar adalah Samsung Galaxy Note 5.

Mari kita mulai dengan mengakses Tokopedia terlebih dahulu.

Di Tokopedia, ketika selesai mengetikkan kata kunci, saya memfilter penjual dengan melakukan seperti gambar dibawah ini:

gambar1

  1. Karena rumah saya di Bekasi kota, saya memfilter penjual yang lokasinya berdekatan dengan saya, maka dari itu saya memilih “Jabodetabek”
  2. Jenis toko hanya “Gold Merchant”. Kenapa hanya gold merchant? Karena mereka yang membayar fitur ini dari Tokopedia, bisa dikatakan penjual jenis ini lebih niat berjualan.
  3. Untuk harga, karena saya tahu harga Note 5 itu jutaan, maka saya input harga minimum 8 juta agar aksesoris handphone akan terfilter dengan sendirinya.
  4. Kondisi handphone yang saya inginkan baru bukan bekas.
  5. Jika anda membuka website tokopedia melalui PC atau laptop, filter anda akan otomatis dilakukan oleh sistem. Jika anda membuka melalui aplikasi di handphone Android atau iOS, silahkan klik “Selesai”.

Hasil filter akan menampilkan gambar produk, harga, nama penjual, dan kota tempat penjual berada. Spesifikasi penjual seperti ini bagi saya sudah cukup aman jika bertransaksi dengan mereka.

gambar2
Pokoknya Jangan tergiur harga murah. Ini merupakan Golden Rule saya.
Beralih ke Bukalapak. Untuk proses disini, pastikan anda sudah mengetik kata kunci produk yang anda ingin beli.

Kriteria yang bisa dipilih pada menu Bukalapak mirip dengan Tokopedia, settingannya pun kurang lebih sama dengan sebelumnya.

gambar3

  1. Kondisi yang saya inginkan adalah “Baru”
  2. Opsi “Dikirim dari ” saya pilih Jabodetabekkar.
  3. Rentang harga saya buka di angka 8 juta.
  4. Untuk rating barang, sengaja saya skip, karena sebagian besar konsumen yang telah berbelanja di penjual tertentu tidak meninggalkan kesan. Jika anda berbelanja online di website ecommerce besar, anda pasti akan mendapatkan email untuk mengulas barang yang telah anda beli. Pesan saya, mohon ulas atau berikan testimoni anda, suka atau tidak suka, baik buruknya pelayanan karena ulasan anda tersebut sangat berarti bagi si penjual. Bagian ini nanti akan saya bahas lebih rinci di tips berikutnya.
  5. Opsi “Lainnya”, saya hanya men-ceklist “Premium Seller”, yang mirip dengan sistem Gold Merchant di lapak sebelah.
  6. Sama seperti sebelumnya, jika anda mengakses melalui dekstop filter yang ada pilih akan otomatis diurutkan oleh sistem dan jika anda mengakses menggunakan aplikasi, klik Selesai.

Hasil yang kita dapatkan kurang lebih sama dengan Tokopedia, ada nama barang, harga, harga cicilan, dan jika kita mengarahkan mouse kita ke produk, akan ada nama toko dan ratingnya.

Sampai akhir cara pertama ini, anda telah memperkecil kemungkinan bertemu dengan seller-seller nakal.

2. Perhatikan reputasi penjual

Saya lebih menyukai tingkatan atau level penjual Tokopedia daripada Bukalapak, mungkin dikarenakan sewaktu mencari barang-barang yang pernah saya beli, saya lebih banyak menemukan seller yang ekslusif hanya berjualan di Tokopedia dengan rating yang ‘sesuai standar saya’ dibandingkan dengan yang berjualan di Bukalapak.

Setelah anda melakukan sorting, dan anda sudah berada di halaman produk, sekarang saatnya memeriksa reputasi penjual. Cara mengeceknya, profil seller terdapat pada sidebar kanan. Kunjungi halaman homepage seller tersebut dengan cara mengklik nama seller.

Semakin tinggi tingkatan reputasi, kecepatan respon toko, banyaknya item terjual, dan banyaknya user yang menjadikan seller tersebut toko favorit atau subscriber, maka semakin nyaman saya berbelanja dengan mereka.

gambar4 reputasi di tokped

gambar5 reputasi di bl

Apabila anda penasaran untuk melihat tingkatan/level seller di Tokopedia dan Bukalapak silahkan klik link dibawah ini:

link tokped

link bl

3. Cek Testimoni, Diskusi, dan Feedback Seller

Silahkan baca review-review yang ditinggalkan oleh orang-orang yang telah melakukan transaksi dengan seller tersebut. Dan gunakan hal ini sebagai tambahan penilaian anda. Ikuti gambar dibawah ini untuk membuka testimoni penjual.

gambar6 review di tokped
gambar7 feedback di bl

Fitur yang hanya ada di Tokopedia, kita sebagai buyer dapat mengintip detail statistik seller. Informasi yang disediakan disana berupa Nilai Kualitas Produk, Nilai Akurasi Produk, Kepuasan dalam 1, 6, dan 12 bulan terakhir.

gambar8 statistik tokped

Dan fitur khusus Bukalapak adalah sistem feedback positif negatif, saya menghindari seller-seller yang memiliki skor feedback dibawah 90%.

Kenapa?

Turunnya feedback mereka biasanya lebih disebabkan karena terjadi komunikasi yang tidak efektif antara pihak seller dengan buyer. Salah satu contoh, stok mereka habis saat terjadinya pembayaran, tetapi mereka tidak memberitahukan pembeli, sehingga menyebabkan barang diterima pembeli terlambat, karena seller ngotot untuk restok terlebih dahulu.

Cek kapan terakhir online
Baik sistem di tokped maupun bl, calon pembeli dapat mengecek kapan terakhir kali pelapak online.

gambar9 online di tokped

gambar10 online di bl

Kriteria ini dapat menjadi patokan seberapa sering si seller ‘menjaga’ toko online-nya. Kalau terakhir onlinenya sudah beberapa hari yang lalu, wah nilai buruk nih, segera hindari seller seperti ini.

4. Baca dengan seksama Spesifikasi Barang dan Kebijakan Pengiriman Seller

Saya lebih menyukai apabila seller menulis spesifikasi barang secara keseluruhan, meskipun spek-nya sendiri merupakan copas dari web produsen, apabila dibandingkan dengan seller yang malas menulis spesifikasi dari produk yang dia jual, di lapak hanya tertera “Barang Ori/BNIB, warna X”.

duh. kzl. gmz. (ala anak alay ceritanya, hehehe)

Selain kebijakan yang telah ditentukan per masing-masing marketplace, tiap seller biasanya mempunyai kebijakan toko masing-masing. Isinya biasanya seperti jadwal kirim order harian, pemberitahuan hari libur, dan lain lain.

Tidak ada salahnya jika buyer aktif bertanya ke seller. Ke-2 marketplace ini mempunya fitur untuk menghubungi seller via dashboard. Dimana menurut saya, sistem chat di Bukalapak mirip chat di Facebook, lebih baik daripada sistem message di Tokopedia yang mirip inbox di forum-forum.

Saya sangat menganjurkan calon buyer untuk bertanya sebelum membeli, pre-purchased question, agar kita dapat menakar support yang diberikan penjual kepada calon pembeli.

Pertanyaan yang paling sering ajukan jika berbelanja online adalah, “Apabila saya melunasi barang siang/sore hari ini, barang dimasukkan ke ekspedisi pengiriman kapan ya?”

Pertanyaan ini bertujuan agar saya dapat memperkirakan waktu kedatangan barang dirumah saya.

5. Jangan bertransaksi di luar marketplace

Jangan. Pernah. Bertransaksi. Secara. Langsung. Ke. Rekening. Seller. Ever.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selalu gunakan fasilitas rekening bersama yang disediakan oleh Tokopedia dan Bukalapak. Sistem ini menjamin keamaan bagi kedua belah pihak, baik dari seller maupun buyer. Seller dipastikan dibayar, dan buyer dipastikan mendapat item yang diinginkan.

Selalu double crosscheck nama pemilik rekening adalah PT Tokopedia atau PT Bukalapak.

Sistem di ke-2 tempat ini selalu mengirimkan copy detail pembayaran, transaksi, progress item tracking via email yang dapat kita gunakan sebagai arsip. Usahakan selalu membaca email dari mereka untuk petunjuk bagi kita.


Nah itu-lah ke-5 tips yang dapat anda lakukan untuk menjadikan pengalaman berbelanja online anda menjadi lebih aman dan nyaman. Apakah anda mempunyai pengalaman tidak menyenangkan selama berbelanja daring? Jika anda ingin berbagi cerita anda, silahkan tuliskan di kolom komentar dibawah ini.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


X